Rabu, 05 Februari 2014

Fractional Reserve Banking





Sebagai mana yang sudah anda ketahui, fractional reserve banking menggunakan perbandingan 1 : 9 terhadap seluruh uang masyarakat yang disimpan di bank – sebenarnya masyarakat meminjamkan uangnya ke bank bukan menabung/menyimpan, tapi masyarakat tidak tahu & tidak diberi tahu....



Dan seluruh uang masyarakat yang disimpan ke bank, kemudian disebut sebagai aset bank. Lalu aset tersebut dibagi menjadi dua bagian...  yang 10% mereka sebut sebagai “cadangan wajib” dan 90% sisanya mereka sebut sebagai “kelebihan cadangan”...  

Cadangan wajib yang hanya 10% ini, kemudian mereka bagi menjadi dua bagian.... dimana sebagian disimpan di brankas dan sebagian lagi disebar ke berbagai mesin ATM..., sebagai cadangan kalau2 setiap saat ada masyarakat yang menarik uang tunai yang mereka simpan di bank...



Dan yang 90%, karena ini adalah “kelebihan cadangan” maka bank dengan bebas menggunakannya untuk membeli sesuatu yang mereka sebut sebagai “instrumen investasi”... dan beberapa yang paling utama adalah membeli surat utang negara, obligasi negara, sertifikat BI, & saham...



Artinya apa....?



Hal itu berarti, bahwa sebenarnya dari total seluruh uang bebas yang ada di masyarakat, yaitu uang yang mereka simpan di bank.... ternyata masyarakat hanya membutuhkannya di bawah 10% dari waktu ke waktu....

 





Bagaimana tidak...., ternyata uang tunai yang selama ini bisa kita ambil, baik melalui teller bank maupun melalui ATM hanyalah 10% dari total seluruh uang bebas masyarakat yang ada di bank.



Dan itu sudah terbukti selama ini dengan adanya praktek sistem perbankan yang telah berjalan selama 3 abad lebih hingga detik ini....



Jadi, di bank hanya ada uang tunai sebesar 10% dari total nilai tabungan/deposit yang ada, yang 90% hanya berupa angka di buku tabungan anda.... ingat 90% ini sudah mereka manfaatkan demi keuntungan mereka, bukan anda....  



Dan ternyata masyarakat yang memiliki uang bebas tersebut, secara akumulasi tidak pernah mengambil yang 90% itu....



Jadi bisa dikatakan bahwa tiap hari memang ada masyarakat yang mengambil uang bebasnya dari bank, tapi tiap hari juga ada masyarakat yang memasukkan uang bebasnya ke bank. Sehingga proporsi 1:9 tersebut tetap terjaga dan dapat berjalan lancar hingga detik ini....



Kemana lagi sech masyarakat mau menyimpan uang bebasnya, adakah pilihan lain....? Ya..., selama ini bank telah berhasil memonopoli uang bebas kita tanpa memberitahu kita sama sekali....  benar2 bodoh kita selama ini....!?



Kira2 seperti inilah yang terjadi......



Saat ada masyarakat yang mengambil uang bebasnya dari bank, kemudian digunakan untuk membeli suatu barang. Maka kemudian uang tersebut oleh sang penjual barang dimasukkan ke rekening bank lagi – bisa jadi sebagian atau semuanya. Meskipun bank pembeli berbeda dengan bank penjual, pada dasarnya tetap sama saja. 



Karena seluruh bank merupakan satu jaringan yang terhubung satu sama lain. Apalagi jika transaksi dilakukan dengan transfer secara elektronik, maka tidak ada satu rupiah pun uang tunai yang keluar dari bank....



Pernahkah anda membeli/membayar sesuatu hanya dengan transfer angka secara digital, baik itu lewat ATM, SMS, ataupun online...? 



Ya..., tidak ada uang kertas yang terlibat dalam proses transaksi digital tersebut... tidak ada uang kertas yang berpindah dari bank yang satu ke bank yang lain... hanya pengurangan dan penambahan angka secara digital. Itulah yang disebut dengan uang giral digital atau banking digital currency....



Jadi bisa dikatakan, setiap ada uang bebas yang keluar dari bank, maka tidak lama kemudian pasti akan kembali lagi ke bank melalui tangan masyarakat yang berbeda....



Kalau begitu, sebenarnya bank bisa memberikan profit yang besar bagi nasabahnya dunk....



Ok, sekarang mari berkhayal....



 Secara akumulasi, masyarakat ternyata hanya membutuhkan kurang dari 10% uang bebasnya, dan yang mereka ambil itu adalah uang mereka sendiri + bunga simpanan di bank. Namun selama ini, berapa tow profit tabungan anda....? berapa sech profit deposito anda....? Sangat kueciiil.......



Sekarang... misalkan bank memberikan profit 100% perbulan, maka secara matematis uang yang dimiliki nasabah menjadi dua kali lipat tiap bulannya. Ya tow.....



100% uangnya sendiri + 100% profit = 200%



Padahal katanya yang namanya manusia itu kan tidak pernah puas, semakin banyak uang yang dimiliki semakin bertambah pula keinginannya.... Jadi saat uangnya naik jadi 2 kali lipat, maka keinginan mereka pun juga naik, katakanlah dua kali lipat pula....



Maka secara akumulasi keinginan masyarakat untuk menggunakan uang bebasnya pun juga naik dua kali lipat. Yang tadinya hanya sekitar 10% menjadi 20%.



Sehingga cadangan wajib bank yang hanya 10% tidak cukup lagi, karena keinginan masyarakat untuk menggunakan uang bebasnya menjadi 20%. Maka bank juga harus menaikkan cadangan wajibnya menjadi 20%, atau kalau perlu malah 30% biar lebih mantap lagi....



Dan jika cadangan wajib dinaikkan menjadi 30%, maka bank masih punya 70% kelebihan cadangan yang bisa mereka gunakan untuk koprol sambil guling2.....



Atau katakanlah dengan uang mereka yang naik jadi 2 kali lipat karena profit 100% perbulan..., ternyata keinginan masyarakat untuk menggunakan uang bebasnya naik 5 kali lipat, jadi bank harus menyediakan cadangan wajib 5 kali lipat juga.... Yaitu, 5 x 10% = 50%, untuk memenuhi peningkatan keinginan tersebut. Dan ternyata masih ada kelebihan cadangan 50% uang bebas, yang sekali lagi, bisa mereka gunakan untuk koprol sambil guling2.....



Jadi, secara khayalan matematis, profit 100% perbulan ternyata masuk akal. Bahkan diatas 100% pun masih masuk akal.... karena ternyata masyarakat secara keseluruhan, sejak beberapa abad yang lalu hingga hari ini, tidak pernah menggunakan seluruh uang bebas mereka, selama ini masyarakat hanya menggunakan kurang dari 10% uang bebas mereka....



Jika pun ada sebagian masyarakat yang mengambil semua uang bebasnya dari bank, lalu dibelanjakannya..., maka si penjual barang yang menerima uang bebas tersebut pasti akan segera memasukkannya kembali ke bank, baik sebagian maupun seluruhnya.... jadi, sekali lagi proporsi 1:9 tetap terjaga.... 

  

Tapi kenapa bank tidak pernah menaikkan profit para nasabahnya....? Kenapa bank tidak pernah melakukan itu semua....?

Saya rasa anda sudah tahu jawabannya.....



Mereka tidak ingin membuat anda sejahtera, dari dulu yang mereka inginkan adalah menipu dan memperbudak anda.... Sejak awal penciptaan uang sebagai hutang, hingga anda meminjamkan uang anda ke bank yang mereka sebut sebagai simpanan atau tabungan anda..... Itu semua mereka gunakan untuk menipu anda..... itu semua hanyalah sistem kopi kucing....


Wake up brow....!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar